Sep 25

Bismillaahirrahmaanirrahiiim.

Golongan orang kafir sering kali memanfaatkan ketidak tahuan orang-orang yang masih awam terhadap Islam yang bertujuan untuk memurtadkan saudara-saudara kita yang beriman. Oleh karena itu saya berinisiatif mengemukakan jawaban atas syubhat yang mereka lancarkan itu melalui ilmu yang saya dapatkan dari beberapa rujukan. Semoga bermanfaat.

Sebenarnya jawaban yang tepat atas judul diatas  (Mengapa harus bershalawat kepada Nabi Muhammad) adalah “karena Allah memerintahkan hal tersebut kepada kita”.

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat kepada Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. 33:56)

Ingatlah saudaraku salah satu ciri seorang beriman yang tanpa keraguan dihatinya adalah ketika dia diperintahkan oleh Rabb nya lantas ia  mengatakan dengan tegas”Sami’naa wa atho’naa (kami dengar dan kami taat)”. Sebagaimana ciri-ciri mereka Allah abadikan dalam ayat berikut:

“Rasul telah beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, dan Rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): `Kami tidak membeda-bedakan antara seorangpun (dengan yg lain) dari Rasul-rasul-Nya’, dan mereka mengatakan: `Kami dengar dan kami taat’. (Mereka berdo’a):`Ampunilah kami wahai Tuhan kami, karena kepada-Mu lah tempat kembali” (Terjemah QS Albaqarah :285)

Bertaubatlah wahai saudaraku, ingatlah jasa-jasa Nabi hingga dunia ini kini menjadi tentram . Ingatlah jasa-jasanya hingga engkau bisa mengenal Tuhanmu , Allah Subhanahu wa ta’ala. Engkau bisa berdoa, bisa mengucapkan salam, bisa beribadah pada Nya hingga keluh kesah mu hilang, kau bisa merasakan ampunanNya , kau bisa mengenal ampunan-Nya yang amat besar dibandingkan dosa-dosamu, kau bisa tahu bagaimana berkasih sayang kepada anak-anakmu, berkasih sayang kepada istrimu, berkasih sayang kepada suamimu, berkasih sayang kepada ibumu, berkasih sayang kepada ayahmu dan berkasih sayang kepada sahabat-sahabatmu. Semua itu tidak terlepas dari jasa-jasa beliau (Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa salam), maka betapa kikirnya jika dirimu enggan bersapaan (bershalawat) kepada Nabi mu. Astagfirullah.

Beliau adalah berkah dan Rahmat bagi semesta alam ini, coba kau pikirkan dan telaah, renungkan dengan iman yang ada dihatimu.Jangan menjadi orang yang kikir. Sungguh yang paling diuntungkan dengan shalawatmu pada Nabi adalah dirimu sendiri. Walau seluruh manusia  tiada bershalawat kepadanya, sungguh Allah pasti memasukkannya ke dalam jannah-Nya.

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata; Rasuulullah bersabda : “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR Bukhari, Nasa`i, Ibnu Hibban dan Hakim).

Berikut ini adalah paparan yang mudah-mudahan bermanfaat bagimu. (Merujuklah pada quran dan sunnah).

MAKNA SHALAWAT KEPADA NABI

Judul Asli : Keutamaan Membaca Shalawat

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)[1].

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anjuran memperbanyak shalawat tersebut[2], karena ini merupakan sebab turunnya rahmat, pengampunan dan pahala yang berlipatganda dari Allah Ta’ala[3].

Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:

 

– Banyak bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan tanda cinta seorang muslim kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam[4], karena para ulama mengatakan: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu maka dia akan sering menyebutnya[5].

– Yang dimaksud dengan shalawat di sini adalah shalawat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-hadits beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih (yang biasa dibaca oleh kaum muslimin dalam shalat mereka ketika tasyahhud), bukan shalawat-shalawat bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang datang belakangan, seperti shalawat nariyah, badriyah, barzanji dan shalawat-shalawat bid’ah lainnya. Karena shalawat adalah ibadah, maka syarat diterimanya harus ikhlas karena Allah Ta’ala semata dan sesuai dengan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam [6]. Juga karena ketika para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “(Wahai Rasulullah), sungguh kami telah mengetahui cara mengucapkan salam kepadamu, maka bagaimana cara kami mengucapkan shalawat kepadamu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Ucapkanlah: Ya Allah, bershalawatlah kepada (Nabi) Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluarga beliau…dst seperti shalawat dalam tasyahhud[7].

– Makna shalawat kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah meminta kepada Allah Ta’ala agar Dia memuji dan mengagungkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia dan akhirat, di dunia dengan memuliakan penyebutan (nama) beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memenangkan agama dan mengokohkan syariat Islam yang beliau bawa. Dan di akhirat dengan melipatgandakan pahala kebaikan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, memudahkan syafa’at beliau kepada umatnya dan menampakkan keutamaan beliau pada hari kiamat di hadapan seluruh makhluk[8].

– Makna shalawat dari Allah Ta’ala kepada hamba-Nya adalah limpahan rahmat, pengampunan, pujian, kemualian dan keberkahan dari-Nya[9]. Ada juga yang mengartikannya dengan taufik dari Allah Ta’ala untuk mengeluarkan hamba-Nya dari kegelapan (kesesatan) menuju cahaya (petunjuk-Nya), sebagaimana dalam firman-Nya,

{هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا}

Dialah yang bershalawat kepadamu (wahai manusia) dan malaikat-Nya (dengan memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman” (QS al-Ahzaab:43).

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 5 Rajab 1431 H

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim al-Buthoni, MA

Artikel www.muslim.or.id

[1] HR an-Nasa’i (no. 1297), Ahmad (3/102 dan 261), Ibnu Hibban (no. 904) dan al-Hakim (no. 2018), dishahihkan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahabi, juga oleh Ibnu hajar dalam “Fathul Baari” (11/167) dan al-Albani dalam “Shahihul adabil mufrad” (no. 643).

[2] Lihat “Sunan an-Nasa’i” (3/50) dan “Shahiihut targiib wat tarhiib” (2/134).

[3] Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (6/169).

[4] Lihat kitab “Mahabbatur Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, bainal ittibaa’ walibtidaa’” (hal. 77).

[5] Lihat kitab “Minhaajus sunnatin nabawiyyah” (5/393) dan “Raudhatul muhibbiin” (hal. 264).

[6] Lihat kitab “Fadha-ilush shalaati wassalaam” (hal. 3-4), tulisan syaikh Muhammad bin Jamil Zainu.

[7] HSR al-Bukhari (no. 5996) dan Muslim (no. 406).

[8] Lihat kitab “Fathul Baari” (11/156).

[9] Lihat kitab “Zaadul masiir” (6/398).

Benarkah Nabi Muhammad Tidak Selamat di Akhirat Sehingga Beliau Minta Dikirimi Shalawat?

http://kristologi.forumandco.com/seputar-ajaran-kristen-f3/benarkah-nabi-muhammad-tidak-selamat-di-akhirat-sehingga-beliau-minta-dikirimi-shalawat-t71.htm

Diasuh Oleh H Insan LS Mokoginta
Tanya :

Assalamu’alaikum. Pak Insan, temanku non muslim bilang Nabi Muhammad belum selamat di akhirat, maka beliau minta seluruh umatnya mengirimi shalawat kepadanya. Katanya ikut Yesus dijamin pasti selamat, karena Yesus adalah Juruselamat dunia. Bagaimana menjawabnya?

Jawab : Tuduhan seperti itu tersebar ke mana-mana bahkan sudah mendunia. Serangan seperti itu sepintas terlihat benar dan masuk akal. Cukup banyak umat Islam awam maupun terpelajar, terpengaruh ulah misionaris seperti itu. Baiklah kita kutip ayat Qur’an tentang shalawat :

Q.s 33 : 56: Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat atas nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kepadanya, dan berilah salam dengan sungguh-sungguh

Shalawat punya banyak makna, di antaranya: kemuliaan, kesejahteraan dan lain-lain.

1. Shalawat Allah kepada nabi berarti Allah memberikan curahan rahmat-Nya.

2. Shalawat malaikat kepada nabi berarti permohonan rahmat Allah kepadanya.

3. Shalawat orang-orang mukmin kepada nabi adalah sebagai perwujudan rasa kecintaan kepada beliau, dan sebagai petunjuk cara yang terbaik dalam mensyukuri dan memelihara hubungan kita dengan nabi. (sedangkan untuk memelihara hubungan baik antar sesama manusia yaitu dengan saling menebarkan salam)

Adapun shalawat Allah dan malaikat-Nya kepada nabi, bukan berarti beliau belum selamat. Beliau adalah seorang yang maksum artinya terpelihara dari dosa dan sudah dijamin oleh Allah masuk surga.

Qs 48 Al Fath 1-3: Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu (Muhammad) terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan ni`mat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus…….

Seandainya seluruh umat Islam tidak bershalawat kepadanya, beliau tetap masuk surga dan tidak akan mengurangi kemuliaannya dihadapan Allah swt. Jika umat Islam tidak mau bershalawat kepadanya, justru merekalah yang rugi. Kenapa? Sebab tujuan Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat kepada beliau antara lain:

-Memperingatkan umat manusia agar menaruh rasa hormat kepada beliau, sebab beliau adalah pilihan-Nya untuk menjadi nabi terakhir dan penutup para nabi.

-Mengajarkan cara bershalawat yang benar agar tidak terjadi kekeliruan cara bershalawat kepadanya.

-Memberi petunjuk cara bersyukur kepada orang yang berjasa besar dalam menyelamatkan umat manusia dari alam kegelapan menuju jalan terang benderang.

Coba dibayangkan jika Allah tidak ajarkan contoh dan petunjuk cara mensyukuri nikmat-Nya yang diberikan lewat beliau, tentu akan terjadi kekacauan dan bermacam bentuk/cara umat Islam menghormati nabinya.

Dari Anas bin Malik ra, ia berkata; Rasuulullah bersabda : “Barang siapa yang bershalawat kepadaku satu kali saja, niscaya Allah akan memberikan sepuluh kesejahteraan kepadanya dan dihapuskan darinya sepuluh kesalahan dan diangkat baginya sepuluh derajat.” (HR Bukhari, Nasa`i, Ibnu Hibban dan Hakim).

Ini berarti keberadaan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah, sungguh membawa berkah dan rahmat bagi umatnya.

Analogi yang lebih mudah dipahami; bayi yang meninggal pasti belum ada dosanya, dishalatkan atau tidak, didoakan atau tidak, pasti dia masuk surga. Apakah karena bayi tsb dijamin surga lantas orang tuanya maupun orang Islam umumnya, langsung kuburkan tanpa mendoakannya? Tentu saja tidak !!

Kalau bayi yang belum memberikan jasa apapun, kita doakan kepada Allah agar diberi tempat yang layak disisi-Nya, mengapa terhadap orang yang telah begitu banyak dan besar jasanya terhadap umat manusia sejagad ini, tidak kita doakan dan mohonkan kepada Allah tempat yang layak disisi-Nya? Tentu lebih pantas bukan?

Perhatikan apa kata Injil sbb : Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu” (Mat 22:37)

Secara logika, untuk apa kita mengasihi Allah? Apakah Allah perlu dikasihani? Mestinya Allah yang mengasihi kita, bukan kita yang mengasihi Dia kan? Kalau Allah saja harus dikasihi, tentu lebih pantas seorang nabi dikasihi, karena nabi hanyalah seorang manusia biasa.

Yesus juga ajarkan bahwa hukum kedua yaitu kasihilah sesama manusia : “Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat 22:39)

Yesus ajarkan bahwa hukum kedua, kasihilah sesamamu manusia. Nah Muhammad itu manusia, berarti dia perlu dikasihi, apalagi jasanya yang begitu besar terhadap umat manusia.

Dalam Alkitab disebutkan bahwa menyambut Yesus, berarti sama dengan menyambut Tuhannya Yesus, yaitu Allah swt. “Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar” (Mat 10:41)

Yesus bersaksi bahwa dengan mengasihi atau menyambut seorang nabi, sama dengan menyambut Allah, dan dia akan menerima upah sebagai orang benar. Nah dengan mengasihi nabi Muhammad berarti sama saja kita telah mengasihi Allah.

Jika menyambut Yesus sama dengan menyambut Allah, maka menyambut nabi Muhammad juga sama dengan menyambut Allah. Maksudnya dengan menyambut dan menghormati serta menghargai nabi Muhammad, sama saja menyambut dan menghargai serta menghormati kepada Allah swt. Karena Muhammad adalah orang benar, maka dengan menyambut nabi Muhammad sebagai orang benar, maka kita akan menerima upah sebagai orang benar.

Sabda Yesus : “Barangsiapa melayani aku, ia harus mengikut aku dan dimana aku berada, di situ pun pelayanku akan berada. Barangsiapa melayani aku, ia akan dihormati Bapa” (Yoh 12:26)

Menurut Yesus, orang yang melayani dan menghormatinya, maka dia akan dihormati Allah. Nah kita umat Islam menghormati nabi Muhammad berarti kita juga akan dihormati oleh Allah, apalagi yang menyuruh bershalawat adalah Allah itu sendiri, sebagaimana disebutkan dalam Q.s 33:56 tadi.

Incoming search terms for the article:

Berita Terkait

written by salsabilayugo


2 Responses to “Mengapa harus bershalawat kepada Nabi Muhammad?”

  1. 1. Amu Priana Says:

    Terima kasih atas penjelasnnya, tapi mengapa harus ada rujukan dari kitab orang lain? kan Al-Qur’an sudah jelas paling benar? kalau perbandingan mungkin porsinya kurang tepat untuk tema diatas.

  2. 2. salamah Says:

    tidak akan pernah memahami Islam jika bukan muslim

Leave a Reply