Feb 19

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Tidak sedikit dari kalangan masyarakat yang masih bingung dengan sesat atau tidaknya Ahmadiyah. Hal ini bisa jadi karena minimnya ilmu yang mereka dapatkan tentang agama minimnya dakwah yang sampai kepada mereka , hingga pikiran yang jernih menjadi kotor, hati yang bersih menjadi keruh dan langkah yang teguh menjadi bimbang. Maka dari itu ana ingin berbagi sedikit ilmu dan nasihat yang berkenaan dengan judul artikel ini.

Sungguh jika ribuan tautan tinta ana tuliskan tanpa berdasarkan Nash Al-Quran dan Sunnah, tiada bermaknalah apa yang ana tuliskan ini. Oleh karena itu biarkanlah Allah dan Rasul-Nya  menjawab tentang permasalahan ini. Agar jelas kebenaran sehingga kita bisa mengikutinya dengan penuh keikhlasan dan agar jelas kebathilan agar kita bisa menjauhinya dengan penuh kesadaran, aamiiin .

Bacalah dengan penuh keimanan, sesungguhnya Al Quran hanya akan mendatangkan manfaat bagi orang-orang yang dalam hatinya ada keimanan.  Dan Al-Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang kafir selain dari keburukan.

Allah Subhanahu wa ta a’la berfirman :

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

(QS. Al Ahzab, 33 : 40)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman tentang nabi Nya :

“Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS. An-Najm: 4)

Maka dengarkanlah penjelasan Nabi berikut ini

“Aku adalah Muhammad, dan aku adalah Ahmad, aku adalah Al-Mahi (yang

menghapus) yang kekafiran dihapuskan melalui (perantaraan) aku, aku

adalah Al-Hasyir yang mana manusia dikumpulkan (setelah tegaknya hari

kiamat) setelah diutusnya aku, dan aku adalah al-‘aqib (penutup) yang

tidak ada nabi setelahnya.

(HR. Al-Bukhari no. 3339 dan Muslim no. 2354)

Dari Hadis Abu Hurairah ra. bahwa Muhammad shalallahu a’alhi Wassalam. bersabda

, “Permisalanku dan permisalan para nabi adalah seperti sebuah istana yang bangunannya indah dan ditinggalkan satu tempat batu bata. Maka orang-orang pun berkeliling melihatnya, lalu mereka kagum terhadap keindahan bangunannya kecuali tempat batu bata tersebut. Mereka tidak mencela selain itu. Maka aku adalah tempat batu bata tersebut, telah ditutup para rasul dengan diutusnya aku.”

(HR. Ibnu Hibban no. 6406 dengan sanad yang sahih. Juga diriwayatkan dari hadis Ubay bin Kaab ra., diriwayatkan oleh Ahmad, 5/136, At-Tirmidzi: 3613, Adh-Dhiya’ al-Maqdisi dalam al-Mukhtarah: 1191)

Nabi Muhammad saw bersabda: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (HR. Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Berikut inilah penjelasan dari Nabi tentang akan datangnya pendusta yang mengaku sebagai nabi.

“Sesungguhnya akan ada tiga puluh orang pendusta di tengah umatku. Mereka  semua mengaku nabi. Padahal, aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi sesudahku.”

Takhrij

Hadits ini diriwayatkan Abu Dawud (3710), At-Tirmidzi (2145), Ibnu Majah (3942), Ahmad (21361), Al-Baihaqi dalam Dala`il An-Nubuwwah (2901), Ibnu Wadhdhah dalam Al-Bida’ (249), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (8509), Ibnu Hibban dalam Shahihnya (7361), dan Ath-Thabarani dalam Musnad Asy-Syamiyyin (2623); dari Tsauban bin Bujdud RA. At-Tirmidzi berkata, “Ini adalah hadits hasan shahih.” Al-Hakim berkata, “Hadits ini shahih menurut syarat Al-Bukhari dan Muslim, namun mereka berdua tidak mengeluarkannya.” Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Tahqiq Misykat Al-Mashabih (5406), Shahih Sunan Abi Dawud (4252), Shahih Sunan At-Tirmidzi (2219), dan Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir (2654).

“Tidak tegak hari kiamat hingga dimunculkan para Dajjal dan pendusta yang berjumlah kurang lebih tiga puluh yang seluruhnya mengaku bahwa dia adalah utusan Allah.” (HR. Al-Bukhari no. 3413, Muslim no. 2923)

Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullahu menjelaskan ucapan Abu Ja’far tersebut: “Berdasarkan (hadis) yang sahih bahwa beliau adalah penutup para nabi, diketahuilah bahwa siapa saja yang mengaku nabi setelahnya maka dia pendusta. Jika ada yang mengatakan: ‘Jika ada seseorang mengaku sebagai nabi dengan mendatangkan berbagai mukjizat yang luar biasa dan hujjah yang benar, maka bagaimana mungkin didustakan?’ Kami kemudian mengatakan, ‘Ini tidak bisa terbayangkan wujudnya. Dan ini termasuk memberi anggapan tentang sesuatu yang mustahil. Sebab Allah SWT telah mengabarkan bahwa beliau adalah penutup para nabi. Adalah hal yang mustahil bila ada seseorang datang dan mengaku sebagai nabi lalu tidak tampak padanya tanda-tanda pendustaan pada pengakuannya.’” (Syarh Al-‘Aqidah Ath-Thahawiyyah, 1/167)

Abdur Rahman bin Jubair mengatakan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah saw keluar dari rumahnya dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat ‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

Rasulullah saw berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba). Nabi Muhammad saw bersabda: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi, Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

———————

Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua. Sampaikanlah apa yang antum dapatkan ini kepada yang membutuhkan dan   semoga menjadi ilmu yang pahalanya selalu mengalir saat kematian menjemput kita. sampaikanlah walau satu ayat. Terangilah dunia dengan ilmu dan keimanan . 🙂

Wallahu a’lam bisshowwab

Nabi Muhammad saw bersabda: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki mendirikan sebuah bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang. Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya, tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir dalam jajaran Nabi-nabi”. (HR. Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

Incoming search terms for the article:

artikel yang berhubungan

written by salsabilayugo \\ tags: , ,


Leave a Reply