May 31

Bismillaahirrahmaanirrahiiim.

Beberapa bulan belakangan ini diriku merasa sepi seperti ada yang hilang dan memang ada yang hilang. yaitu semangat tuk berbuat baik tiap hari dan tiada menyiakan satu haripun kecuali untuk berkarya.

Sejenak dan sering ku teringat dengan masa-masa kuliah dulu. Masa yang penuh semangat tawa dan ketaqwaan bersama padaNya. Ku rindu dengan hadirnya sahabat-sahabat yang bersama-sama menasihati dalam kebaikan dan ketaatan padaNya. Pada Allah Rabbku.

Kini hampir jarang kutemui sahabat-sahabat yang memiliki visi yang sama , hati yang taat dan saling menasihati pada kebaikan dan kebenaran.

Ya Rabb pertemukan hamba dengan hamba-hambaMu yang shalih dan shalihah. Karena sesungguhnya hati ini tentram bersama mereka, bersemangat bersama mereka dan bahagia bersama mereka. Karena pada hakikatnya diriMu lah yang selalu menjadi dzikir mereka. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

Mengapa semua patut disyukuri?

 

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS Ibrahim: 34)

 

ketika ada sedikit kenikmatan yang Allah cabut dari kita disitulah baru kita menyadari bahwasanya hal itu kita rindukan dan patut disyukuri.

Banyak orang-orang yang sudah dicabut kenikmatannya baru menyadari betapa besar karunia yang telah Allah berikan padanya, namun dulu sedikit sekali disyukuri.Seperti halnya nikmat sehat, nikmat melihat, nikmat mendengar  dan nikmat berkata.

Sebelum nikmat itu dicabut (naudzubillahi mindzalik),mari kita bayangkan bagaimana diri kita jika beberapa atau salah satu  nikmat diatas  dicabut oleh Allah swt. Dan semoga nikmat-nikmat itu tak akan dicabut olehNya kecuali ketika kematian menjemput kita. Astagfirullah.

Semoga bayangan yang kita hadirkan itu membuat kita tersadar dari kesia-siaan yang telah kita lakukan selama ini. Menjadi bahan  bakar yang baik untuk keimanan dan ketaatan padaNya.

Sungguh saya menulis ini bukan berarti saya selalu menyukuri apa yang Allah telah berikan, saya menulis ini adalah untuk menasihati diri saya yang kini sedang terpuruk dalam kelemahan semangat , terpuruk dan haus akan cintaNya, semangat dari Nya. Semoga Allah memberikan kekuatan pada hamba tuk bisa kembali taat padaNya. Sungguh ku rindukan semangat-semangat itu, merindukan indah bersamaNya selalu.

 

Jika saat itu tiba yang kurindu adalah sapaan lembut malaikat-malaikatNya  menjemput Ruh ku yang semoga indah

Jika saat itu tiba yang kunanti adalah pembelaan dari Rabbku, Allah Rabbal ‘aalamiiin.

JIka saat itu tiba ku ingin tersenyum bahagia bertemu dengan amal-amal shalih ku

jika saat itu tiba ku ingin malaikat-malaikatNya tersenyum padaku

Jika saat itu tiba ku ingin apa yang ku tinggalkan menjadi amal jariyah bagiku

Jika saat itu tiba ku ingin apa yang ku tinggalkan menjadi buah bibir yang baik bagi  penduduk langit dan bumi

jika saat itu tiba ku harap memang Dia merindukanku

Walau kusadari diriku tiada lepas dari ha-hal yang haram , yang membuatku malu tuk berdoa padaNya, serasa kotor diri.

Walau kusadari sering ku hianati diriNya dengan penghianatan yang sesadar sadarnya…namun tetap ku ingin kembali dan selalu mencintaiNya

Walau kusadari cinta yang kuberikan ibarat pelepah kurma yang tiada berarti…namun ku ingin memberikan yang terbaik yang dapat kuberikan padaNya

Ya Allah, Ya Rabb…izinkan aku menatap wajahMu kelak dan izinkan aku bersama RasulMu, Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wa sallam.

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(QS An-Nahl ayat 18)

Incoming search terms for the article:

Berita Terkait

written by salsabilayugo


Leave a Reply