Friday 1st August 2014

Benarkah Uang itu adalah Segala-galanya?

uang

TENTANG UANG DAN NEGERI SEBELAH

sebuah cerita dari seorang ustad, beliau pernah berkunjung ke luar negeri. suatu saat beliau menyedekahkan Rp.200.000 kepada seorang pengemis di negara itu. Sang pengemispun berterima kasih dan begitu senang.

Keesokan harinya ia datang ke tempat yang sama di tempat bertemu pengemis itu. Kemudian pengemis itu menghampirinya, bukan untuk mengucapkan terima kasih dan…… bukan untuk mengucapkan kegembiraan namun yang ia ucapkan adalah “maaf yang anda berikan kemarin tidak lebih bernilai dari TISSUE TOILET, saya kembalikan ini kepada anda”. Sontak sang ustad kaget dan disitulah ia mengambil hikmah

-mungkin kita anggap yang kita berikan adalah sesuatu yang besar dalam pandangan kita, namun sesunggunya itu tiada berharga sama sekali, seperti layaknya uang yang mungkin anda genggam saat ini, sedikit saja anda bergeser ke negara lain, maka ia tidak bernilai sama sekali. Apalagi kita bergeser sedikit saja ke negeri akhirat akan kah harta, uang, emas, perhiasan, kedudukan anda akan dihargai disana? tentunya tidak, kecuali jika kita sudah menukarkannya sebelum kita berangkat menuju negara atau negeri tersebut dengan ‘mata uang’ yang digunakan disana-

Incoming search terms for the article:

Berita Terkait

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply