Feb 24

Berhati hatilah atas sikap kita yang merasa pantas untuk menilai sahabat-sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa sallam dengan mencaci maki mereka. Karena sungguh amalan kita tak ada apa-apanya dibandingkan amalan mereka, pemahaman mereka terhadap islam adalah pemahaman yang shahih dan murni karena mereka satu zaman dengan Nabi Shallallahu ‘alahi wa sallam dan mendapat pengajaran langsung dari beliau, dan Rasulullah pun mengamini keislaman mereka. Berbeda dengan zaman yang kita hadapi, zaman yang dimana kita menemui sebagian orang menafsirkan Islam sesuai kehendaknya / golongannya.

Lihatlah bagaimana Allah bersaksi bahwa Allah meridhoi mereka

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdo’a: ‘Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang lebih dahulu beriman dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, sesungguhnya Engkau Mahapenyantun lagi Mahapenyayang.’” [Al-Hasyr: 10]

Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga `Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.[Al-Bayyinah:8]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras ummat Islam mencaci maki para Sahabat Radhiyallahu anhum, sebagaimana sabda beliau:

لاَ تَسُبُّوْا أَصْحَابِيْ، فَوَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ أَنْفَقَ مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ أَحَدِهِمْ وَلاَ نَصِيْفَهُ.

Jangan kalian mencaci Sahabatku!! Demi Rabb Yang diriku berada di tangan-Nya, jika seandainya salah seorang dari kalian memberikan infaq emas sebesar gunung Uhud, maka belumlah mencapai nilai infaq mereka meskipun (mereka infaq hanya) satu mudd (yaitu sepenuh dua telapak tangan) dan tidak juga separuhnya.” [4]

مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ، وَالْمَلاَئِكَةِ، وَالنَّاسِ أَجْمَعِيْنَ.

Barangsiapa mencaci-maki Sahabatku, maka baginya laknat Allah, Malaikat, dan manusia seluruhnya!!!” [5]

[4]. Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 3673), Muslim (no. 2541), Abu Dawud (no. 4658), at-Tirmidzi (no. 3861), Ahmad (III/11), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (XIV/69 no. 3859) dan Ibnu Abi ‘Ashim (no. 988), dari Sahabat Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu. Lihat Fat-hul Baari (VII/34-36).

[5]. HR. Ath-Thabrani dalam Mu’jamul Kabiir (XII/111 no. 12709), dari Sahabat Ibnu ‘Abbas c. Hadits ini hasan, lihat Shahiihul Jaami’ish Shaghiir wa Ziyaadatuhu (no. 6285) dan Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2340).

Semoga Allah memberikan taufiq dan hidayahNya bagi kita semua, aamiiin.

Incoming search terms for the article:

Berita Terkait

written by salsabilayugo


One Response to “Jangan Mencaci Maki Sahabat Nabi”

  1. 1. abdi s Says:

    Benar sekali… bahwa amal kita mungkin belum ada apa-apanya dibanding para sahabat nabi.

Leave a Reply