Jan 03

Kisah nyata lagi, Segera sudahi RIBA mu.

Insya Allah, niat saya sharing disini bukan dalam rangka pamer atau niat jelek lainnya. Saya berharap sharing ini bisa diambil sisi positifnya saja, menambah semangat untuk segera TiBa (anTI riBA). Apa yang saya dapatkan ini semata karunia dari Allah.

Masih teringat bagaimana pagi tadi pukul 9 menjelang 10 waktu Denpasar, saya menelfon CS bank untuk menutup kartu kredit saya. Menelfon dengan tangan gemetaran. Bukan karena takut, tapi karena ‘excited’. ALLAAHU AKBAR. Berikut kisahnya,,

Saya ingat sekali, sehari sebelum bertemu RCC (RIBA Crisis Center), saya dalam keadaan bingung, karena benar-benar tidak tau harus berbuat apa untuk melunasi hutang kartu kredit. Betul-betul pasrah kepada Allah setelah berusaha sekian lama mencicil tapi tak kunjung lunas. Tapi tidak ada yang namanya kebetulan, semuanya sudah di atur oleh Allah. Saat itu saya melihat sebuah foto yang di share oleh KPMI bertuliskan Riba Crisis Center. “Apa pula ini?”, pikir saya. Segera saya request join dan setelah di approve, saya memposting tentang problem yang saya hadapi.

Alhamdulillaah, meski saat itu saya merasa seperti orang dungu, konyol, bodoh sekali mencicil sedemikian rupa yang saya lakukan sebelumnya, akhirnya saya dapat banyak ilmu dan tips cara melunasi hutang yang benar.

Semalam, jujur saya bingung. Saya ada uang yang jumlahnya nge-pas untuk membayar tagihan kartu kredit saya. Padahal tadinya, saya mau gunakan sedikit untuk modal usaha bikin kue untuk dititip di warung. Saya galau. Kalau saya bayar kartu kredit, saya tidak punya modal lagi. Dalam kegalauan itu, alhamdulillaah, saya ingat nasihat bahwa Allah akan memberikan jalan keluar bila kita bertakwa. Akhirnya saya memilih untuk melunasi kartu kredit saja agar segera mengecil pintu-pintu riba yang selalu menganga itu. Toh saya pikir, bila memang yang saya lakukan ini benar, maka Allah akan melapangkannya tanpa menyisakan rasa gelisah.

Dini hari menjelang pukul 3 WITA, bayi saya bangun karena lapar, dan hape saya yang lowbatt bergetar minta di charge. Saya lihat ada SMS. Ternyata sahabat saya, ummahat di Bogor, diluar dugaan saya, memberi saya hadiah, persis nominalnya sejumlah uang utk melunasi kartu kredit tadi yang tidak jadi saya gunakan untuk modal jualan. Masya Allaah.

Tetap nyalakan semangat TiBa, dapatkan lebih banyak share di

Incoming search terms for the article:

artikel yang berhubungan

written by salsabilayugo \\ tags: , , ,


Leave a Reply