Langgar Protokol Kesehatan di Jaktim, Siap-siap Dihukum Masuk ke Peti Mati: Biar Merenung

TRIBUN-VIDEO – Satpol PP Jakarta Timur mencoba cara baru mendisiplinkan pelanggar protokol kesehatan.

Sanksi ini diberikan di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (2/9/2020).

Bukan membersihkan sampah atau sebagainya, pelanggar protokol kesehatan diminta berbaring layaknya mayat di dalam peti jenazah, untuk merenungkan kesalahannya.

Dikutip dari Antaranews, Wakil Camat Pasar Rebo, Santoso menjelaskan, hukuman ini diberikan agar menyadarkan pelanggar bahwa Covid-19 masih ada dan sangat berbahaya.

“Beberapa kita minta untuk merenung di lokasi peti mati. Tujuannya menyadarkan kepada orang bahwa Covid-19 itu masih ada dan berbahaya,” kata Wakil Camat Pasar Rebo, Santosa, Kamis (3/9/2020).

Sementara itu, Kasatpol PP Jakarta Timur, Budhy Novian menjelaskan, sanksi memasukkan pelanggar protokol kesehatan dalam peti mati selama beberapa menit, sebenarnya tidak direncanakan jajarannya.

Peti mati awalnya hanya dibawa berkeliling petugas gabungan dalam mobil bak dan dimaksudkan menjadi peringatan berbahaya penularan Covid-19.

Dijelaskankannya, saat itu ada beberapa pelanggar yang sedang antri untuk kerja sosial.

Lantaran alasan itu, ia kemudian secara tidak sengaja menawarkan pelanggar untuk dihukum masuk masuk peti.

“Karena banyak yang mengantri kebetulan petugas di Pasar Rebo lagi bawa peti mati yang kosong. Ditanya ke pelanggar ‘mau masuk peti mati atau nunggu’,” ujarnya menirukan.

Budhy menuturkan tawaran masuk peti mati yang tidak diatur jadi sanksi dalam Pergub DKI Jakarta Nomor 51 tahun 2020 itu disetujui pelanggar.

Pihaknya masih mempertimbangkan apa sanksi masuk peti mati bagi pelanggar protokol kesehatan bakal diterapkan di Jakarta Timur atau tidak.

Leave a Reply